Minggu, 29 Januari 2012

Newbie in Jakarta

Hello everyone, jumpa lagi ni di blog yang keceh abis hangudubillah. Untuk hari ini saya akan bercerita mengenai pengalaman selama di Jakarta kemaren. Kalau di edisi sebelumnya cerita berhenti di Stasiun Senen maka kali ini cerita juga bermula dari Stasiun Senen pada Selasa pagi tanggal 10 Januari 2012. Jadi, setelah sholat subuh dan ngemil tempe mendhoan di stasiun…..saya langsung keluar untuk mencari kopaja nomer P20 yang menuju ke arah Mampang Prapatan tepatnya di dekat halte busway Duren Tiga. Ternyata sepagi itu Jakarta sudah ramai sekali pemirsa. Di dalam kopaja sudah penuh oleh anak sekolah dan orang – orang yang akan berangkat kerja. Saya liat jam di hape (gak punya jam tangan) dan waktu menunjukkan pukul 05.15 dan saat itu juga saya mengambil kesimpulan orang Jakarta pada rajin bangun pagi agar tidak terlambat ke kantor / sekolah (ya iyalah). Dari Stasiun Senen bis melaju melewati beberapa landmark yang saya kenal seperti lapangan banteng, dari kejauhan keliatan Stasiun gambir yang mencolok dengan warna hijaunya. Juga melewati kantor Departemen Keuangan yang gedungnya menjulang tinggi. Da dia daerah mana saya lupa kopaja juga melewati Goethe Institute (cmiiw) juga the famous Menteng yang terkenal karena Obama. Taman Menteng ternyata bagus ya, sayang saya tidak menyempatkan diri untuk ke sana. Oh iya hampir lupa, setelah itu bis memasuki daerah Kuningan. Di mana mana yang terlihat cuma hutan beton alias gedung – gedung. Mulai dari gedung kedutaan besar negara sahabat hingga komplek perkantoran.

Rabu, 18 Januari 2012

Journey to The West ala Ala Kadarnya

        Melanjutkan janji saya sebelumnya yang akan menceritakan mengenai pengalaman berkunjung ke Jakarta, here we go. Beginilah ceritanya. Cerita bermula pada hari jumat tanggal 6 Januari 2012 jam 23.00 saat saya sedang berada di kos Imam. Iseng-iseng sambil nungguin anak-anak kosan yang lain pada pulang dari tempat sodok menyodok 9 bola, saya pun ngenet gratis pake modem anak kosan. Soalnya mereka sopan sekali menyuruh tamu jaga kos sementara saya memang tidak tertarik dengan bilyard kecuali dalam komiknya Takeshi Maekawa “Break Shot”. Web yang pertama saya buka adalah Gmail, barangkali ada email penting (jarang banget tapinya). Ternyata firasat saya benar, ada email dari SDM LPDB-KUMKM yang menyatakan bahwa pengumuman seleksi administrasi untuk calon pegawai di instansi tersebut sudah keluar. Dan ajaibnya saya lupa kalau sudah pernah mendaftar. Voila.....jadilah saya langsung meluncur ke laman www.danabergulir.com untuk mengecek apakah saya lulus seleksi awal atau tidak. Setelah memelototi halaman lampiran,saya menemukan nama FIKRI WICAKSANA terpampang sebagai salah satu nama yang berhak untuk ikut tes kompetensi pada hari Rabu 11 Januari 2012 di Gedung Smesco UKM lantai 4 Jalan Gatot Subroto Kav.94 (lengkap sekali).
        Pertanyaan selanjutnya adalah how to get there? Actually, ini adalah pengalaman pertama saya ke Jakarta seorang diri. Saya ingat bahwa ada saudara di Mampang Prapatan,lumayan bisa buat nginep selama di Jakarta. Berdasarkan saran dari saudara saya, akhirnya saya mencoba ke Jakarta naik kereta ekonomi. Apesnya, saat akan membeli ternyata tiket kereta ekonomi untuk jurusan Jakarta sudah ludes terjual sampai tanggal 12 Januari. Tanpa pikir panjang saya langsung beralih ke kereta bisnis, dan hampir saja saya kehabisan seat untuk kereta Sawunggalih keberangkatan tanggal 9 Januari 2012 jam 20.52 soalnya cuma sisa 8 seat saja. Dengan berat hati akhirnya saya keluarkan uang 125 ribu dari dompet. Pikir saya waktu itu, kalau naik bis ke Jakarta sudah pernah pas masih SMP sekarang harus naik tarafnya dong paling tidak kereta ekonomi. Ternyata malah naik kereta bisnis, seneng si tapi juga nyesel. 125 ribu bisa buat bolak balik kalo naik bis soalnya,hehehe.

Minggu, 15 Januari 2012

Tugas (ter)Akhir


Assalamualaikum..gimana kabar  teman teman sadayana? Sehat semua kan ya, alhamdulillah udah mulai bisa nge blog lagi nih. Di itung-itung ada sekitar lebih dari 6 bulan apa ya vakum gak nge blog. Gara-gara sindrom tarsok tarsok (entar besok). Rencananya malem ini saya mau posting all about my activities in Jakarta 3 hari yang lalu. Tapi ternyata, dapet bahan yang menarik pas lagi makan malem barusan. Terkadang ide memang datangnya tiba-tiba. Newton menemukan hukum gravitasi tatkala sedang merenung di bawah pohon apel dan apel itu jatuh tepat di hadapannya. Kemudian Archimedes dengan hebohnya lari sambil lupa berpakaian (tolong jangan dibayangkan) karena saking senangnya gara-gara berhasil dapat ide yang kemudian kita kenal dengan hukum Archimedes dan terakhir, saya berhasil dapat ide buat bahan blog kali ini karena bertemu dengan rekan sejawat (tua ya) di warung makan.
For your information, siang tadi saya baru saja tiba kembali di kota satria setelah mencoba peruntungan di ibukota negara kita tercinta, apa lagi kalau bukan Jakarta yang macetnya hangudubillah sekali sodara sodara. Coba ikut tes LPDB KUMKM dan ternyata tidak lolos, tak apalah barang kali rejeki saya memang bukan di situ. Kembali ke topik biar gak OOT, barusan pas makan saya ketemu rekan sekelas pas masih kuliah. Sebut saja dia C ya, gak enak kalau pake nama asli. Jadi C ini masih berkutat dengan tugas akhirnya. Sementara saya dapat info dari teman bahwa di salah satu fakultas bahwa dia baru saja menandatangani kontrak. Ini kontrak bukan sembarang kontrak, karena kontrak ini menyangkut masa depan teman saya di UNSOED. Jadi teman saya yang di fakultas X ini diharuskan lulus tahun 2012. Bukan hanya dia saja , tapi beberapa temannya yang terancam masuk “kotak” juga ikut sign the contract. Kalo pemaen bola tanda tangan kontrak dengan bangga sementara beberapa teman dari teman saya ini (maaf ribet hehehe) nampaknya tanda tangan kontrak dengan was-was. Oke , kembali ke C. Jadi C ini curhat kalau dia sedang berhenti mengerjakan tugas akhirnya karena malas. Malas ini sumber dari segala sumber bencana dalam mengerjakan tugas akhir. Dia cerita kalau salah satu pembimbing skripsinya sudah tidak pernah membalas sms nya. Saya jadi ingat proses saya menjelang wisuda September 2011 kemarin.
Cerita saya dimulai bulan Maret 2010, saat itu saya mengajukan permohonan judul untuk tugas akhir dan akhirnya saya dapet 2 pembimbing skripsi (PS). Amat lah wajar kemudian kalau terjadi friksi antara kita dengan pembimbing kita. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Dan hal itu pula yang sempat menimpa saya. Waktu itu saya belum terbiasa dengan gaya bimbingan salah satu PS. Hal itu membuat saya shock dan malas. Proses skripsi sempat saya hentikan pada bulan Juni-Juli 2010 karena saya malas. Padahal waktu itu data untuk proses hasil sudah tersedia,tinggal diolah. Namun saat itu saya memilih untuk menunda karena ada proyek penelitian. Lumayan lah untuk nambahin tabungan, pikir saya waktu itu. Namun yang terjadi adalah saya lupa kalau masih ada tanggungan skripsi . Alhasil data skripsi saya anggurin mulai dari bulan puasa sampai Desember 2010. Saat itu saya baru tersadar ketika sudah banyak teman sekelas yang lulus. Mau tak mau saya paksakan untuk menyelesaikan apa yang sudah saya mulai. Sedikit demi seikit sampai akhirnya saya berhasil seminar hasil  pada bulan Maret 2011. Tepat 1 tahun sejak saya mulai mengajukan judul tugas akhir. Sebuah pencapaian luar biasa yang tak patut dibanggakan :D
Ada satu hal yang menarik saat proses sebelum seminar hasil. Saat itu saya sedang mengerjakan penelitian salah satu program pascasarjana dan secara tidak sengaja bertemu salah satu dosen PS. Saya sapa beliau dan beliau bertanya kenapa saya lama tidak menghadap untuk bimbingan. Saya cuma tersenyum kecut saja waktu itu. Setelah itu saya selesaikan pekerjaan saya dan kembali pada tugas akhir. Tibalah saatnya saya kembali melakukan bimbingan skripsi dan dosen pertama yang saya tuju adalah yang waktu itu bertemu saat saya sedang melakukan penelitian di atas. Saat itu saya disindir. Serasa dikuliti habis-habis. Kalau ditanya malu atau tidak, pastilah rasanya malu sekali. Apalagi saat itu kami tidak sendiri, ada salah satu pegawai pascasarjana yang ada di situ. Sakit hati memang, dongkol pasti iya. Namun saat itu saya sadar bahwa sebenarnya suatu kebahagiaan bagi dosen PS untuk melihat mahasiswa bimbingannya diwisuda. Dan saya pun tersadar bahwa begitu banyak grundelan saya di belakang dosen ini selama saya menjadi mahasiswa bimbingan beliau. Barangkali saat itu saya belum tahu cara menghadapi gaya bimbingan dosen itu. Dan akhirnya saat seminar hasil dosen PS saya ini sangat membantu sekali. Luar biasa lah pokoknya.
Inti dari cerita saya adalah, bahwa terkadang kita terlalu lemah dalam menghadapi masalah. Baru dicoba dengan PS yang killer rasanya seperti dunia mau kiamat, padahal kalau dibandingkan dengan orang lain masih banyak yang masalahnya lebih besar dari kita namun mereka jarang mengeluh. Bisa jadi kita belum benar-benar berusaha dalam menyelesaikan tugas akhir . Saran saya adalah lebihkan berdoa dan berusaha. Salah satu saja tidak cukup, harus dioptimalkan dua-duanya. Saya jadi teringat saat fase tugas akhir dan pendadaran, mahasiswa cenderung dekat dengan Tuhan (hehehe,ngaku aja deh)
Semoga cerita ini bisa bermanfaat bagi teman teman yang sedang menyusun tugas akhir di mana pun kalian berada. Jangan pernah menyerah, selesaikan apa yang sudah kalian mulai. Kalau butuh motivasi tambahan, ingatlah bahwa kita ingin melihat orang tua bahagia saat melihat kita berhasil diwisuda. Kalau mengutip dari salah satu postingan di tumblr nya fuckyeahmahasiswa, TAK PEDULI BERAPA BANYAK KERTAS TEREMAS DAN TINTA YANG TERBUANG...PERJUANGAN INI JANGAN SAMPAI BERAKHIR SIA-SIA. WISUDA, BISA !!!!!!!